Minggu, 04 November 2012

Jalannya Perang Dunia II


Jalannya Perang Dunia II




Setelah jerman meluncurkan serangan ke Polandia pada 1 September 1939, tiga hari berikutnya, 3 September 1939 Prancis dan Inggris menyatakan perang terhadap Jerman. Maka, dimulailah Perang Dunia II antara blok Axis (poros) yang di pinpin Jerman dengan Blok Sekutu  yang dipinpin oleh Inggris, dengan politik Lebensraum, pada 9 April 1940 tentara jerman dalam waktu singkat melakukan serangan besar-besaran ke wilayah utara dan berhasil menduduki Denmark dan Norwegia. Pada 10 Mei 1941, pasukan Jerman melakukan serangan pulau ke wilayah barat , yaitu ke negeri Luxenburg, Blanda, Belgia dan selanjutnya mengancam Prancis.
Pada 10 Juni 1940, Italia Jerman terjun ke kancah peperangan dengan memihak Jerman. Akhirnya dengan gempuran-gempuran yang sangat dahsyat dari Jerman dan Italia selama 12 hari, Prancis dapay di taklukkan pada 22 juni 1940. Selanjutnya Jerman mencoba menguasai Inggris. Namun serangan-serangan Jerman, baik angkatan udara maupun laut dapat di patahkan oleh inggris dibawah pimpinan perdana mentri Wiston Churchill. Jerman dan Italia kemudian menduduki daerah Bhalkan dan mendapat perlawanan sengit dari pasukan partisan Yugoslavia di bawah pimpinan Joseph Broz Tito.
Pada 22 Juni 1941, Jerman memulai serangan-serangan ke arah Timur, yaitu Rusia. Serangan-serangan tersebut berhasil dengan gemilang sehingga negara-negara sekutu dalam posisi bertahan. Namun pada musim dingin 1944,pasukan rusia dapat memukul mundur pasukanjerman dengan menerobos jauh ke arah Polandia, Rumania, Yugoslavia, Hongaria sehingga dapat mengusir pasukan Jerman dari daerah Bhalkan.
Di fasifik, jepang telah memulai Perang Asia Timur Raya dengan melakukan pemboman terhadap pangkalan militer Amerika di pearl Harbour, Hawai pada 7 Desember 1941. Keesokan harinya, Amerika menyatakan perang dengan Jepang dengan negara poros lainnya. Dalam waktu 100 hari, Jepang berhasil  merebut koloni Inggris di Malaya dan Bruma, koloni Amerika Filiphina, koloni Belanda di Indonesia, dan sejumlah pulau Pasifik. Untuk membalas serangan Jepang, sekutu menyusun strategi dengan melakukan taktik “ loncat katak”. Strategi ini di pinpin oleh Jendral Douglas MacArthur dan laksamana Chester Nimittz.


Pada 7 mei 1942, sekutu berhasil menghancurkan tentara Jepang di laut Karang dekat Papua. Setelah itu, pada 1945, sekutu berhasil merebut Filipina dan Indocina. Tentara jepang akhirnya menyerah pada sekutu pada 15 Agustus 1945 setelah sebelumnya Hirosima dan nagasaki dibom atom pada 6 dan 9 Agustus 1945.
Sebelumnya, pasukan Sekutu di bawah pimpinan Montgomery pada tanggal 23 Oktober 1942 mendapat kemenangan dalam Perang  El-Alamein di Afrika Utara. Disusul oleh kemenangan Amerika di Aljazair, Inggris-Amerika di Silsilia dan Italia Utara. Adapun, di Italia serangan sekutu mendapat perlawanan sengit dari pasukan Jerman, namun pada 3 September 1943 Italia akhirnya dapat di taklukkan.

Pad 6 Juni 1944, jendral Eisenhower memimpin pasukan sekutu untuk menyerang Jerman yang menguasai Prancis di Norwegia, Normandia, dan Prancis Selatan. Serangan-serangan itu berhasil dilancarkan dengan direbutnya Prancis pada 24 September 1944.
Pada awal 1945, pasukan Sekutu melancarkan serangan langsung ke wilayah jerman dengan menghancurkan pusat-pusat industri Jerman dan berhasil menduduki kota Berlin. Pasukan Jerman terdesak. Pada 7 Mei 1945, jerman akhirnya menyerah kepada sekutu. Dengan menyerahnya Jerman dan jepang kepada Sekutu, berakhirlah perang Dunia II. Kekalahan yang di alami pada Perang Dunia I terulang kembali oleh Jerman dan Italia.
Akhir Perang Dunia II, ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Postdam antara Jepang dengan Jerman dan Sekutu pada 17 Juli – 2 Agustus 1945 dan perjanjian San fransisko pada 8 September 1951 dan perjanjia Fransisco pada 8 September 1951 antara Jepang dan Sekutu. Pihak yang kalah perang harus ganti rugi perang, pembagian wilayah, pembagian daerah-daerah yang di rebut  pada Perang Dunia II. Selain itu, mereka bertindak sebagai otak Perang Dunia II dinyatakan sebagai penjahat  perang diadili di depan Mahkamah Internasional.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar